Memilih sesuatu atau seseorang yang tepat adalah sebuah pekerjaan yang super sulit. Kata “tepat” itu sendiri sangat menantang (challenging): apa indikatornya, apa standar yang dipakai terhadap indikator tersebut, dan di mana atau di orang yang mana ketepatan itu hadir. Seperti permainan kata-kata, bukan. Sebenarnya tidak.

Untuk membuat lebih sederhana, saya lebih memilih untuk mengaitkan kata “tepat” dengan “sesuai dengan apa yang saya dan/orang lain harapkan.” Bisa juga “persis seperti yang saya dan/orang lain akan terima manfaatnya secara maksimal.” Atau cukup dengan satu kata  “efektif” (mengenai sasaran).

Ketika seorang klien mencari seorang coach, adalah hal wajar bila dia dapat menemukan seorang coach, yang dapat menolong diri klien mengenai sasarannya.

Pertanyaannya, bagaimana memilih seorang coach yang tepat?

Menjawab pertanyaan ini bisa dilihat dari sedikitnya dua sudut:

  1. Efektivitas sebuah sesi coaching. Sesi coaching yang efektif itu dinilai dari apanya atau dari mana. Jawabannya tidak sederhana, namun bisa diwakilkan oleh salah satu prinsip. Yaitu, bukan dari apa yang si coach lakukan selama proses coaching berlangsung, tetapi apa yang si klien lakukan setelah sesi coaching selesai. Karena coaching is not coaching without the action from the coachee.
  2. Kompetensi mumpuni si coach. Seorang coach, yang bukan sembarang coach, harus piawai dalam mempraktikkan dan memimpin sebuah percakapan coaching dengan klien. Seorang coach yang baik: | a. mampu membangun koneksi dan kepercayaan klien di awal percakapan atau sesi coaching. Dari sini, klien mulai merasakan apakah coach betul-betul hadir atau tidak bagi kehadiran klien dengan isu yang akan dia bawa ke coach | b. memimpin dialog coaching dengan menolong klien memastikan apa yang klien harapkan dari sesi coaching. Target dari sesi coaching diukur baik-baik oleh klien sendiri supaya percakapan coaching menjadi terfokus, tidak bias, efisien | c. memiliki keahlian mendengarkan secara aktif (active listening) sehingga dia paham betul apa makna atau pesan sebenar-benarnya yang diucapkan atau belum diucapkan klien | d. terampil dan artistic meresponi narasi klien dengan pertanyaan-pertanyaan dahsyat (powerful questions) untuk memerlebar perspektif klien | e. berhasil menolong klien menyadari atau melihat hal-hal yang sebelumnya dia tidak lihat (atau kabur). Artinya, blindspots klien tersingkap  | f. mendampingi klien, pada akhirnya sanggup bergerak melesat ke depan, dan bertumbuh (grow).

Seringkali, para klien berasumsi bahwa memilih seorang coach yang tepat baginya, ditentukan oleh pengalaman, pengaruh, dan apa kata orang tentang si coach. Ini tidak selalu tepat. Datanglah, cobalah minta dicoach dulu oleh seorang coach yang dianggap handal, lalu uji apakah butir-butir di atas betul-betul menjadi nyata dan terang bagi Anda? Selamat menjajaki.

× Ada yang bisa kami bantu?