Apa dan Kenapa topik ini Penting?

“Coaching Memang WOW” karena It WORKS!, terbukti berhasil. International Coach Federation (ICF) menemukan 99% klien yang di-coach merasa puas secara keseluruhan. Diantaranya, meningkatkan percaya diri, relasi, ketrampilan komunikasi, dan kesiembangan hidup/kerja (data riset Price Waterhouse Coopers utk ICF)

Apa sih coaching itu?

ICF (International Coaching Federation) mendefinisikan COACHING sebagai: kemitraan dengan klien dalam proses pemikiran yang terstimulasi dan kreatif, yang menginspirasi mereka untuk memaksimalkan potensi pribadi dan profesionalitas.

Dr. Paulus Kurnia, PCC, founder dari Cherish Indonesia, mendefinisikan COACHING sebagai: cara menolong orang lain menolong dirinya sendiri agar melesat ke depan, melalui upaya pendampingan- pemberdayaan berkesinambungan

Coaching: Closing The Gap to “Aha Moment”

Hal luar biasa dari Coaching, kalau mengacu dari defenisi tersebut, coaching membuat orang melesat kedepan karena mampu menjembatani, mengatasi GAP atau JURANG antara kondisinya saat ini dengan kondisi yang dicita-citakannya. Dalam proses tersebut, “Coaching is Closing The Gap to AHA Moment”.

Bagaimana hal itu bisa terjadi?

Setiap orang itu ada blindspot (titik buta), yaitu hal-hal yang tidak terlihat olehnya dalam keadaan tertentu. Antara keinginan (cita-cita) seseorang dengan realita/ potensi yang ada sering sekali ada gap / jurang. (Coaching Performance by Whitmore). Dan yang tahu persis potensi itu adalah si Klien itu sendiri. Pertanyaan-pertanyaan yang powerfull dari si Coach akan membantu Klien sadar, seperti melihat pada cermin, sehingga momen AHA itu tejadi.

Dalam coaching terjadi:

  • Coaching membantu Perubahan. Setiap orang ingin perubahan lebih baik, dimana seorang Coach hadir dengan pendampingan yang tidak menggurui atau mendikte Klien.
  • Coaching menciptakan kesadaran. Teknik pertanyaan yang dahsyat dari seorang Coach akan menolong Klien untuk menemukan sendiri kesadaran dalam dirinya, termasuk akar masalah dan solusi dari masalah yang dibahas.
  • Dua hal tersebut, mendorong Klien, melesat kedepan secara mandiri dan berkesinambungan.

Bagaimana hal tersebut bermanfaat dalam manajemen/kantor?

John Withmore dalam bukunya Coaching Performance menjelaskan bahwa dalam manajemen, seorang leader/ manajer akan lebih menolong stafnya bila mengajukan pertanyaan2. Pertanyaan dengan gaya memerintah, menuntut, memberi instruksi, membujuk dengan ancaman2 yang jelas atau tersembunyi, tidak bisa menghasilkan kinerja optimum yang tahan lama, walaupun mungkin mereka bisa menjalankan pekerjaan itu. Sebaliknya, pengarahan manajemen yang memberi pertanyaan akan membantu staf lebih tahu dan jelas terhadap cita-cita yang diharapkan. Ini akan menuntun kearah kinerja yang lebih tinggi.

× Ada yang bisa kami bantu?