Introduksi

Setiap Orang Membutuhkan Seorang Coach

Eric Schmidh, chairman Google CEO:  “Setiap atlit terkenal, setiap performer terkenal, memiliki seorang coach. Satu hal orang-orang tidak pernah bagus ialah melihat diri mereka sendiri seperti orang lain melihat mereka. Seorang coach benar-benar membantu.”

Suzanne Lieurance, founder and director of the National Writing for Children Center: “Performers nge-top di berbagai bidang – barangkali akan mengatakan kepada Anda bahwa mereka tidak akan berada di mana mereka sekarang berada hari ini – tanpa seorang coach yang baik.”

“Organisations are now moving away from classroom-based training and placing increasing importance on other forms of learning and development, such as coaching.”

 

Pemahaman Coaching

Paulus Kurnia mendefinisikan…

“Coaching sebagai sebuah metode untuk membantu orang-orang agar mereka bisa menolong diri mereka sendiri dalam  — menemukan agenda dan potensi pemberian Tuhan,                                                    — lalu mewujud-nyatakannya di dalam kehidupan sehari-hari — melalui pendampingan, pemberdayaan, dan kemitraan yang berkesinambungan.”

 

Pendekatan Coaching

  • Tidak memberi instruksi
  • Tidak menghakimi
  • Tidak mengancam
  • Tidak memberi nasihat
  • Tidak menyodorkan solusi
  • Coaching Berbudaya:
    • Supportive
    • Inspirative
    • Encouraging to move forward

Coaching dalam Positive Psychology

Positive Psychology (PP) adalah the psychology of happiness,  memelajari bagaimana hidup ini layak dijalankan dengan penuh arti atau nilai. PP adalah cabang dari ilmu psikologi yang baru saja berkembang di dunia akademis. C.R. Snyder dan Shane J. Lopez (editor Positive Psychology: The Scientific and Practical Explorations of Human Strenghts, Sage, 2007) percaya bahwa PP akan terus berkembang.

Martin E. P. Seligman, presiden American Psychological Association, pencetus dan penggerak studi PP di awal tahun 2000 ini, menulis bahwa kekuatan-kekuatan manusia merupakan misi yang terlupakan dalam ilmu psikologi. Seligman berpendapat bahwa usaha-usaha preventif perlu dikembangkan bagi generasi muda sebelum mereka mengalami gangguan kesehatan mental (misalnya: depresi dan gejala-gejala psychological disorders lainnya) dan gangguan-gangguan lainnya yang mendatangkan kesedihan, penderitaan, dan persoalan hidup lainnya (yang selama ini ditangani dari sisi terapi dan di bawah cakupan abnormal atau negative psychology, misalnya: konseling dan psikiatri).

PP menekankan kebahagiaan, kegembiraan, cita-cita, kekuatan, motivasi maju ke depan manusia – yang ditopang dengan kualitas atau gaya hidup yang bisa dipelajari dan dibangun, misalnya:

  • Keberanian (courage)
  • Optimism
  • Keterampilan antar-individu
  • Harapan
  • Kejujuran
  • Daya juang
  • Kegigihan

 

Dengan demikian, coaching merupakan salah satu pilar penting yang menjadi pusat pembelajaran ilmu psikologi akhir-akhir ini. Karena coaching menekankan upaya-upaya manusia untuk menggali potensi dan kekuatan diri pemberian Tuhan, agar dia bisa bergerak ke depan, penuh optimisme, semangat, dan demi kebahagiaan hidupnya.

 

Referensi Positive Psychology, antara lain:

Argyle, Michael (2001). The Psychology of Happiness. Routledge.

Seligman, Martin E.P.Csikszentmihalyi, Mihaly (2000). “Positive Psychology: An Introduction”. American Psychologist  Nu. 55.

McMahon, Darrin M. (2006). Happiness: A History. Atlantic Monthly Press.

Snyder, C.R., and Lopez, Shane J. (2001) Handbook of Positive Psychology. Oxford University Press.

Snyder, C.R., and Lopez, Shane J. (2007) Positive Psychology: The Scientific and Practical Explorations of Human Strengths. Sage Publications, Inc.

 

Leadership Coaching

Keunikan

  • Dalam Leadership Coaching: seorang coach adalah transformational leader yang membantu menumbuhkan, mengembangkan, menajamkan  kepemimpinan coachee dan melahirkan pemimpin baru

Definisi Leadership Coaching

  • Leadership (executive) coaching adalah kemitraan satu-satu (one-on-one) dan konfidensial di antara klien di level manajemen dengan seorang coach yang handal dan berpengalaman.”
  • “Leadership coaching adalah sebuah disiplin menggunakan seni memengaruhi melalui relasi untuk mengembangkan dan memberdayakan pemimpin-pemimpin
  • Ketika menyebutkan arah dari seorang pemimpin yang meng-coach, Daniel Harkavy, menulis: “Tujuan Anda sebagai pemimpin-coach adalah menambahkan nilai yang termulia kepada orang-orang yang Anda pimpin dan menolong mereka berkembang.”
  • Sebagian ahli tidak percaya bahwa “para coach dapat mengembangkan orang-orang. Mereka memerlengkapi orang-orang agar berkembang.”

Kesimpulan : Leadership Coaching

  • Membicarakan tentang upaya memerlengkapi dan membantu terjadinya pengembangan kepemimpinan di dalam diri seorang eksekutif
  • dengan pendekatan pendampingan pemberdayaan,
  • melalui sebuah relasi yang mendatangkan pengaruh, serta
  • ditopang oleh kedisiplinan,
  • yang dilakukan oleh seorang coach handal dan berpengalaman

 

Mengapa Leadership Coaching Dibutuhkan?

  • Seseorang pemimpin sering kekurangan waktu
  • Seorang pemimpin yunior selalu membutuhkan pemberdayaan dari seniornya
  • Untuk berkembang, seseorang membutuhkan pendampingan jangka panjang: agar dia lebih bervisi ke depan
  • Di era transformasional ini, si pemimpin dipanggil untuk menghasilkan pemimpin-pemimpin baru
  • Karena tugas seorang pemimpin bukan cuma menciptakan pengikut-pengikut, tetapi mengembangkan kepemimpinan di dalam diri para pengikut
  • Dengan memelajari tehnik coaching yang memadai, setiap pemimpin bisa menjadi seorang coach tanpa harus menjadi manusia super/hebat

 

 

× Ada yang bisa kami bantu?