Lima tahun belakangan ini, pelatihan-pelatihan coaching sangat marak di Indonesia. Banyak sekolah atau akademi atau institut coaching dibuka. Memang peminatnya juga relatif amat banyak. Sudah banyak yang mulai menyadari coaching itu amat penting. Penting untuk pemaksimalan potensi diri. Penting untuk meningkatkan profesionalitas karir mereka. Penting agar seseorang bisa bergerak melesat ke depan (move forward). Tidak jalan di tempat. Tidak stuck atau macet.

Seorang teman bertanya kepada saya: “Jika mau belajar coaching, mulainya dari mana?” “Bagaimana memilih coaching training yang tepat?” Setelah saya mengajarkan coaching ke lebih dari 4000 orang, di berbagai kota dan negara, sejak tahun 2002, dan membuka kelas-kelas coaching training bersertifikasi, saya menemukan berbagai jenis pelatihan coaching.

Pelatihan Dasar Coaching Murni

Coaching disebut murni ketika coaching tidak tertukar atau tercampur dengan cara-cara membantu orang bertumbuh dan melesat maju (move forward). Sebab coaching itu bukan mentoring. Bukan konseling. Bukan training. Bukan pula konsulting, apalagi problem-solving.

Saya amat senang ketika belajar coaching murni dengan standar ICF. International Coach Federation telah mengonsep, membangun, dan menyusun standar kompetensi coaching lebih dari 25 tahun. Setiap pembelajar dan pemburu coaching training, sangat disarankan agar memelajari dan melakukan penelitian atas lembaga-lembaga training. Cari dan pilihlah yang menyelenggarakan materi pelatihan coaching dasarnya berbasis pada standar dan etika ICF.

Pelatihan Aplikasi Coaching

Alangkah bagusnya jika para pembelajar coaching dapat menerapkan ilmu coaching. Tentunya di dalam kehidupan sehari-hari. Baik di rumah, di tempat kerja, atau di tempat manapun. Karena coaching itu applicable di mana saja, di area apapun. Ini baik karena disesuaikan dengan kebutuhan. Namun, jangan lupa menguasai dulu kompetensi dasar-dasar coachingnya. Juga praktik coachingnya. Nah, ketika kita sudah mahir melakukan coaching, maka kita tentunya penasaran: bagaimana mengaplikasikan coaching ke dalam area-area kehidupan tertentu. Jika Anda butuh untuk mengcoach orang lain agar mereka bisa memiliki kesehatan yang lebih baik, maka disarankan Anda mengambil kelas Wellness Coaching. Jika Anda butuh agar business Anda maju, disarankan agar Anda mengambil kelas Business Coaching, atau Executive Coaching, atau Leadership Coaching. Cherish Indonesia secara rutin menyelenggarakan kelas-kelas coaching training dengan topik-topik amat menarik. Untuk menjawab kebutuhan orang-orang dalam menerapkan ilmu coaching. Ada kelas: Parenting Coaching, Leadership Coaching, Coaching in Discomfort Zone, Grit Coaching, Faith Coaching, Coaching for Millenial Generation, Pastoral Coaching, Cognitive Behavioral Coaching, Ministry Development Coaching, Peace Coaching, dan puluhan topik lainnya.

Pelatihan Coaching Level Tinggi

Belajar coaching itu tidak pernah ada ujungnya. Karena cara membantu orang dengan pendekatan coaching itu tidak pernah statis. Sebaliknya sangat dinamis, sejalan dengan perkembangan manusia. Agar seorang coach dapat mengcoach para klien lebih efektif, lebih tajam, dan lebih mendongkrak, dia harus mengambil pelatihan-pelatihan coaching di level lebih tinggi. ICF menyediakan 3 level kredensial kemahiran coach profesional. Level Dasar: Associate Certifed Coach (ACC). Level Profesional: Professional Certified Coach (PCC). Dan Level Advance: Master Certified Coach (MCC). Dari berbagai level ini, seorang yang terpanggil menjadi coach handal, hendaknya tidak pernah berhenti belajar coaching. Ada pepatah berbahasa Inggeris: “The one who stops learning, stops leading.” (Max Landsberg)

 Dr. Paulus Kurnia, PCC

× Ada yang bisa kami bantu?