Coba bayangkan seorang petani yang pergi ke sawah tanpa membawa apa-apa. Tidak membawa cangkul, arit, dan lain-lain. Apa yang bisa dia perbuat untuk bertani?

Sama halnya dengan setiap orang yang mau melayani, berkarya, dan melakukan pekerjaan produktif. Tanpa alat, dia tidak bisa berbuat banyak. Tidak efektif. Tidak menghasilkan buah.

Di dalam konteks pelayanan, talenta menjawab pertanyaan: Dengan apa seseorang menuntaskan pekerjaannya. Talenta di sini bisa berupa, antara lain: bakat alami, kesanggupan yang diberikan Tuhan melalui hembusan Roh Kudus (sehingga menjadi karunia rohani), kekuatan-kekuatan (strengths) atau keterampilan-keterampilan (skills). Ini semua adalah sebagai alat di tangan Tuhan. Tuhan bisa memakai instrumen ini untuk kemuliaan-Nya. Contoh: Tuhan memakai tongkatnya Musa | Tuhan memakai kekuatan tubuh Simson | Tuhan memakai kepandaian menjahit Lidia | Tuhan memakai ketepel batu Daud | Tuhan memakai kemampuan orasi Priska dan Akwila | Tuhan memakai kepandaian mengajar rasul Paulus | Tuhan memakai mentoring dan coaching skills Barnabas.

Para pelayan yang tidak menyadari atau tidak tahu apa talentanya, bisa ditolong dengan pendekatan coaching. Seorang coach dapat membantu mereka menemukan talenta-talenta. Caranya, antara lain:

  • diawali dengan asesmen atau penjajakan talenta
  • hasil assessmen, dipelajari coach
  • coach, selanjutnya akan menajamkan para pelayan dengan pendekatan coaching.

Hasilnya pasti luar biasa, dan berdampak panjang baik bagi orang banyak, maupun bagi dirinya sendiri.

12 Pertanyaan coaching yang bisa dipakai, misalnya:

  • Apa yang Anda pahami tentang talenta, dari sudut pandang Tuhan?
  • Mengapa Tuhan memberikan talenta-talenta? Apa yang paling penting di sini?
  • Apa yang akan terjadi jika talenda yang ditemukan dimanfaatkan?
  • Apa yang akan terjadi jika tidak dimanfaatkan?
  • Apa yang tidak akan terjadi jika tidak dimanfaatkan?
  • Seandainya talenta bisa hilang, bagaiaman proses terjadinya?
  • Faktor apa saja yang menahan seseorang tidak menggunakan talentanya?
  • Jika Anda diberikan banyak talenta, apa yang Anda pikirkan?. Jika Anda berpikir cuma diberikan sedikit talenta, bagaimana perasaan Anda?
  • Anda bagusnya di mana, di bidang apa? Apa saja?
  • Talenta mana yang belum dimanfaatkan?
  • Jika dimanfaatkan, terobosan apa yang Anda bisa lihat ke depannya?

“A coach is someone that sees beyond your limits and guides you to greatness,” tulis Michael Jordan. Keren banget ya peran seorang coach itu.

× Ada yang bisa kami bantu?