What drives us mostly isn’t rasional, it is biological.” Daniel Cable.

Apa yang mendorong kita bukanlah bersifat rasional, tetapi biologi ujar Daniel M, Cable. Di hampir semua referensI Internasional Coach Federarion(ICF), saya tidak menemukan coaching sebagai alat untuk memotivasi. ICF mengatakan coaching adalah media untuk memprovokasi.

Pertanyaannya, memprovokasi apa?

Memprovokasi bagian otak yang dinamakan Ventral Striatum, bagian yang mengaktivasi reaksi elektrik sub atomik dan menghubungkan milyaran sinaps di Cerebral Cortex(otak besar).

Ketika seseorang menerima dan memproses pertanyaan reflektif, proses aktivasi  akibat pertanyaan reflektif itu hebat sekali, bahkan tidak terjadi saat informasi yang di terima seseorang dalam bentuk cerita penuh inspiratif atau sesi padat motivasi.

Dalam kondisi memproses pertanyaan reflektif, otak seseorang sedang menghantarkan milyaran percikan listrik dalam kecepatan cahaya melewati rangkaian neuron yang kompleks, bahkan sinaps yang telah lama matipun dapat diaktifkan dan hidup kembali. Ventral Striatum yang juga terhubung dengan sistim limbik (batang otak), bilamana sistem limbik itu teraktivasi oleh Ventral Striatum, maka seseorang akan merasa hidup, senang, tertantang, karena hormon Dopamine (hormon kebahagiaan) dilepaskan oleh syaraf,  yang menjadikan tubuh kita lebih rileks, pernapasan teratur, detak jantung kembali tenang, pikiran jernih dan manfaat-manfaat lainnya.

Daniel M. Cable, penulis buku Alive at Work juga mengatakan bahwa manusia tidak diciptakan untuk tunduk dan menerima perintah, tetapi diciptakan untuk mengeksplorasi, bereksperimen dan belajar. Contoh paling sederhana ada pada bayi dan anak kecil. Mereka bergairah saat bebas bermain karena Ventral Striatum mereka sedang aktif akibat stimulus untuk mengeksplorasi, bereksperimen dan mempelajari dunia yang tak terbatas kemungkinannya.. Ventral Striatum dalam bahasa M. Daniel di sebut Seeking System.

Coaching dalam kaitannya dengan hal ini, merupakan perangkat (tools) untuk mengaktivasi, mereaktivasi dan memprovokasi melalui pertanyaan dahsyat atau Powerful Questioning. Coaching mengajukan Powerful Questioning bukan sekadar Powerful Question saja.

Powerful Questioning merupakan pondasi dalam proses mengaktivasi Seeking System yang ada di Ventral Striatum sehingga bilamana seorang Coach mampu menjadikan sesinya reflektif melalui Powerful Questioning, maka kemungkinan klien untuk mengeksplorasi ketiadaterbatasan potensinya menjadi besar sekali, sehingga proses reflektif (Questioning the Impossible) ini dapat menjadi generative (actionable) dan berujung pada transformatif (sustainable).

 

Salam Great,

Surya Rachmannuh, PLT, CLC
Certified Trainer MWS International,
CLC & CCT from Cherish Indonesia,
7 Habits Dan 4 DX guru dari Franklin Covey International.
Site: www.coachtogreat.com